"It's My Life"
This ain't a song for the broken-hearted
No silent prayer for the faith-departed
I ain't gonna be just a face in the crowd
You're gonna hear my voice
When I shout it out loud
[Chorus:]
It's my life
It's now or never
I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
(It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said
I did it my way
I just wanna live while I'm alive
It's my life
This is for the ones who stood their ground
For Tommy and Gina who never backed down
Tomorrow's getting harder make no mistake
Luck ain't even lucky
Got to make your own breaks
[Chorus:]
It's my life
And it's now or never
I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
(It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said
I did it my way
I just want to live while I'm alive
'Cause it's my life
Better stand tall when they're calling you out
Don't bend, don't break, baby, don't back down
[Chorus:]
It's my life
And it's now or never
'Cause I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
(It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said
I did it my way
I just want to live while I'm alive
[Chorus:]
It's my life
And it's now or never
'Cause I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
(It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said
I did it my way
I just want to live while I'm alive
'Cause it's my life!
" INI HIDUPKU"
Ini bukan lagu patah hatiTidak ada doa hening
Aku tidak akan hanya termenung di tengah keramaianKau akan mendengar suarakuKetika saya berteriak keras-keras
[ Chorus ]Ini hidupkuSekarang atau tidak selamanyaAku tidak akan hidup selamanyaAku hanya ingin menikmati hidup mumpung aku masih hidup( Ini hidupku )Hatiku seperti jalan yang luasSeperti kata Frank Sinatra Aku melakukannya dengan cara sayaAku hanya ingin menikmati hidupku mumpung aku masih hidupIni hidupku
Ini adalah untuk orang-orang yang berdiri pada pendirian mereka Untuk Tommy dan Gina yangtidak pernah menyerahBesok semakin sulit untuk tidak membuat kesalahanKeberuntungan bahkan tidak lagi menguntungkanSemua kita sendiri yang menentukan
Lebih baik berdiri tegak ketika mereka memanggil Anda keluarJangan merubah pendirian kita
Blogku
Friday, May 30, 2014
Sunday, April 20, 2014
Mulut
Minggu - minggu ini saya kesal banget kenapa Tuhan menciptakan mulut dengan lidah yang tak bertulang , gara gara itu saya kena semprot banyak orang , dan celakanya bukan karena mulut saya , karena biar cerewet dan sering marah marah , mulut saya jauh dari gosip.
Hanya gara gara omongan yang dilebih lebihkan banyak orang yang gak terlibat jadi kena masalah , kebetulan anggota saya yang jadi pelakunya , cuma dia gak salah sih , dia cuma melaporkan apa yang dia dengar , celakanya yang dia dengar itu berita gak benar , dan pimpinan keburu marah saja , labrak sana labrak sini , akibatnya yang kena labrak menegurnya ke Saya , sebagai penanggung jawab.
Untungnya saya punya kebiasaan mencari tahu kebenaran dan menyimpan dalam hati saya , jadi saat saya kena labrak saya sudah tahu kebenarannya dan bisa memberitahukan kebenaran itu , masalahnya permasalahan sudah melebar , yha akhirnya jalan satu satunya cuma berbesar hati dan minta maaf untuk kesalahan anggota saya.
Saya heran juga sih di sini ini laki laki semua tapi kenapa mulutnya mulut perempuan , padahal gak ada keuntungan yang diambil dari menyebarkan berita bohong atau melebih lebihkan cerita , ini juga manfaat bagi kita semua agar lebih berhati hati jika menerima laporan yang bisa mengadu domba .
Telinga kita boleh mendengarkan semua cerita , Hati kita boleh menyimpan semua cerita , tapi sebelum mulut kita berbicara , gunakan pikiran kita , perlukah itu diceritakan ? kepada siapa itu harus diceritakan? apa yang tejadi jika itu kita ceritakan ? benarkah cerita itu ?
Ada pepatah mengatakan "Diam itu Emas " jadi apapun yang kita dengar biarlah itu jadi konsumsi kita jika tidak ada manfaat bagi kemajuan diri kita dan lingkungan kita.
Dan yang terpenting mari kita menjaga mulut kita , jangan berbicara hal hal yang tidak perlu.
Hanya gara gara omongan yang dilebih lebihkan banyak orang yang gak terlibat jadi kena masalah , kebetulan anggota saya yang jadi pelakunya , cuma dia gak salah sih , dia cuma melaporkan apa yang dia dengar , celakanya yang dia dengar itu berita gak benar , dan pimpinan keburu marah saja , labrak sana labrak sini , akibatnya yang kena labrak menegurnya ke Saya , sebagai penanggung jawab.
Untungnya saya punya kebiasaan mencari tahu kebenaran dan menyimpan dalam hati saya , jadi saat saya kena labrak saya sudah tahu kebenarannya dan bisa memberitahukan kebenaran itu , masalahnya permasalahan sudah melebar , yha akhirnya jalan satu satunya cuma berbesar hati dan minta maaf untuk kesalahan anggota saya.
Saya heran juga sih di sini ini laki laki semua tapi kenapa mulutnya mulut perempuan , padahal gak ada keuntungan yang diambil dari menyebarkan berita bohong atau melebih lebihkan cerita , ini juga manfaat bagi kita semua agar lebih berhati hati jika menerima laporan yang bisa mengadu domba .
Telinga kita boleh mendengarkan semua cerita , Hati kita boleh menyimpan semua cerita , tapi sebelum mulut kita berbicara , gunakan pikiran kita , perlukah itu diceritakan ? kepada siapa itu harus diceritakan? apa yang tejadi jika itu kita ceritakan ? benarkah cerita itu ?
Ada pepatah mengatakan "Diam itu Emas " jadi apapun yang kita dengar biarlah itu jadi konsumsi kita jika tidak ada manfaat bagi kemajuan diri kita dan lingkungan kita.
Dan yang terpenting mari kita menjaga mulut kita , jangan berbicara hal hal yang tidak perlu.
Selamat Jalan Romoku
Rabu kemarin berita duka itu datang lewat Baldi , "Wan , Romo Dasi Meninggal tadi pagi " , saya diam , ada penyesalan di hati saya , kenapa Januari kemarin saya tidak mampir waktu saya cuti, dan kenapa setahun yang lalu saat saya datang misa di Salib Suci , beliau keburu kabur sebelum saya sempat menemui beliau.
Romo yang satu ini sangat berkesan di hati saya mungkin juga buat Baldi , begitu banyak yang saya dapat dari beliau , saya masih ingat awal beliau datang ke GYB , kesannya beliau ini galak sekali , jarang tersenyum.
Tapi beliau ramah dan suka bercanda , saya masih ingat dia gak pernah marah meskipun Novi sering panggil dia Romo Botak.
Dan dia juga hadir di pernikahan saya , sayang saya gak sempat memperkenalkan beliau ke Revi dan Reno.
Saya masih ingat begitu besar bantuan beliau saat saya menjabat sebagai Ketua Mudika Paroki Gembala Yang Baik , andai kata tidak ada dukungan dari beliau dan juga Romo Servas serta Romo Heijne , mungkin saya sudah berhenti di tengah jalan.
Saya lama tidak ke GYB , tapi kalau pohon di sekitar Balai Paroki masih ada saya akan selalu teringat beliau , setiap hari beliau merawat taman itu , Saya dan Baldi sering bantu beliau , walaupun ada pamrihnya supaya proposal mudika kami disetujui , dan beliau pernah kerjain kami , sepanjang hari kami bekerja berdua sampai siang. Selepas jam 10 beliau tinggalkan kami berdua , dan kami terus bekerja smbil berharap proposal kami disetujui , kami tunggu sampai jam 12.30 , beliau tidak muncul , hingga Romo Servas datang dan menyuruh kami makan di pastoran.
Ternyata Romo Dasi sudah pergi kunjungan , tapi dia titipkan apa yng kami butuhkan kepada Romo Servas.
Saya masih ingat sambil tertawa Romo servas berkata " Romo Dasi tadi berkata , itu Irawan sama Baldi saya kerjain bikin rapi halaman "
Saya sangat menghormati beliau , dan gara gara beliau tidak jadi Romo Kepala Paroki GYB , saya protes , mogok ke Gereja , konyol sekali.
Romo , kalau Romo baca tulisan ini semoga Romo mau memaafkan saya karena tidak bisa melakukan penghormatan terakhir buat Romo, dan tak lupa saya ucapkan Selamat Paskah Romo , semoga saat ini Romo sudah mengikuti perjamuan di Surga .
Selamat jalan Romo Dasi , doa saya untuk Romo
Romo yang satu ini sangat berkesan di hati saya mungkin juga buat Baldi , begitu banyak yang saya dapat dari beliau , saya masih ingat awal beliau datang ke GYB , kesannya beliau ini galak sekali , jarang tersenyum.
Tapi beliau ramah dan suka bercanda , saya masih ingat dia gak pernah marah meskipun Novi sering panggil dia Romo Botak.
Dan dia juga hadir di pernikahan saya , sayang saya gak sempat memperkenalkan beliau ke Revi dan Reno.
Saya masih ingat begitu besar bantuan beliau saat saya menjabat sebagai Ketua Mudika Paroki Gembala Yang Baik , andai kata tidak ada dukungan dari beliau dan juga Romo Servas serta Romo Heijne , mungkin saya sudah berhenti di tengah jalan.
Saya lama tidak ke GYB , tapi kalau pohon di sekitar Balai Paroki masih ada saya akan selalu teringat beliau , setiap hari beliau merawat taman itu , Saya dan Baldi sering bantu beliau , walaupun ada pamrihnya supaya proposal mudika kami disetujui , dan beliau pernah kerjain kami , sepanjang hari kami bekerja berdua sampai siang. Selepas jam 10 beliau tinggalkan kami berdua , dan kami terus bekerja smbil berharap proposal kami disetujui , kami tunggu sampai jam 12.30 , beliau tidak muncul , hingga Romo Servas datang dan menyuruh kami makan di pastoran.
Ternyata Romo Dasi sudah pergi kunjungan , tapi dia titipkan apa yng kami butuhkan kepada Romo Servas.
Saya masih ingat sambil tertawa Romo servas berkata " Romo Dasi tadi berkata , itu Irawan sama Baldi saya kerjain bikin rapi halaman "
Saya sangat menghormati beliau , dan gara gara beliau tidak jadi Romo Kepala Paroki GYB , saya protes , mogok ke Gereja , konyol sekali.
Romo , kalau Romo baca tulisan ini semoga Romo mau memaafkan saya karena tidak bisa melakukan penghormatan terakhir buat Romo, dan tak lupa saya ucapkan Selamat Paskah Romo , semoga saat ini Romo sudah mengikuti perjamuan di Surga .
Selamat jalan Romo Dasi , doa saya untuk Romo
Subscribe to:
Comments (Atom)
