Sunday, April 20, 2014

Mulut

Minggu - minggu ini saya kesal banget kenapa Tuhan menciptakan mulut dengan lidah yang tak bertulang , gara gara itu saya kena semprot banyak orang , dan celakanya bukan karena mulut saya , karena biar cerewet dan sering marah marah , mulut saya jauh dari gosip.
Hanya gara gara omongan yang dilebih lebihkan banyak orang yang gak terlibat jadi kena masalah , kebetulan anggota saya yang jadi pelakunya , cuma dia gak salah sih , dia cuma melaporkan apa yang dia dengar , celakanya yang dia dengar itu berita gak benar , dan pimpinan keburu marah saja , labrak sana labrak sini , akibatnya yang kena labrak menegurnya ke Saya , sebagai penanggung jawab.
Untungnya saya punya kebiasaan mencari tahu kebenaran dan menyimpan dalam hati saya  , jadi saat saya kena labrak saya sudah tahu kebenarannya dan bisa memberitahukan kebenaran itu , masalahnya permasalahan sudah melebar , yha akhirnya jalan satu satunya cuma berbesar hati dan minta maaf untuk kesalahan anggota saya.
Saya heran juga sih di sini ini laki laki semua tapi kenapa mulutnya mulut perempuan , padahal gak ada keuntungan yang diambil dari menyebarkan berita bohong atau melebih lebihkan cerita , ini juga manfaat bagi kita semua agar lebih berhati hati jika menerima laporan yang bisa mengadu domba .
Telinga kita boleh mendengarkan semua cerita , Hati kita boleh menyimpan semua cerita , tapi sebelum mulut kita berbicara , gunakan pikiran kita , perlukah itu diceritakan ? kepada siapa itu harus diceritakan? apa yang tejadi jika itu kita ceritakan ? benarkah cerita itu ?
Ada pepatah mengatakan "Diam itu Emas " jadi apapun yang kita dengar biarlah itu jadi konsumsi kita jika tidak ada manfaat bagi kemajuan diri kita dan lingkungan kita.
Dan yang terpenting mari kita menjaga mulut kita , jangan berbicara hal hal yang tidak perlu.

Selamat Jalan Romoku

Rabu kemarin berita duka itu datang lewat Baldi , "Wan , Romo Dasi Meninggal tadi pagi " , saya diam , ada penyesalan di hati saya , kenapa Januari kemarin saya tidak mampir waktu saya cuti, dan kenapa setahun yang lalu saat saya datang misa di Salib Suci , beliau keburu kabur sebelum saya sempat menemui beliau.
Romo yang satu ini sangat berkesan di hati saya mungkin juga buat Baldi , begitu banyak yang saya dapat dari beliau , saya masih ingat awal beliau datang ke GYB , kesannya beliau ini galak sekali , jarang tersenyum.
Tapi beliau ramah dan suka bercanda , saya masih ingat dia gak pernah marah meskipun Novi sering panggil dia Romo Botak.
Dan dia juga hadir di pernikahan saya , sayang saya gak sempat memperkenalkan beliau ke Revi dan Reno.
Saya masih ingat begitu besar bantuan beliau saat saya menjabat sebagai Ketua Mudika Paroki Gembala Yang Baik , andai kata tidak ada dukungan dari beliau dan juga Romo Servas serta Romo Heijne , mungkin saya sudah berhenti di tengah jalan.
 Saya lama tidak ke GYB , tapi kalau pohon di sekitar Balai Paroki masih ada saya akan selalu teringat beliau , setiap hari beliau merawat taman itu , Saya dan Baldi sering bantu beliau , walaupun ada pamrihnya supaya proposal mudika kami disetujui , dan beliau pernah kerjain kami , sepanjang hari kami bekerja berdua sampai siang. Selepas jam 10 beliau tinggalkan kami berdua , dan kami terus bekerja smbil berharap proposal kami disetujui , kami tunggu sampai jam 12.30 , beliau tidak muncul , hingga Romo Servas datang dan menyuruh kami makan di pastoran.
Ternyata Romo Dasi sudah pergi kunjungan , tapi dia titipkan apa yng kami butuhkan kepada Romo Servas.
Saya masih ingat sambil tertawa Romo servas berkata " Romo Dasi tadi berkata , itu Irawan sama Baldi saya kerjain bikin rapi halaman "
Saya sangat menghormati beliau , dan gara gara beliau tidak jadi Romo Kepala Paroki GYB , saya protes , mogok ke Gereja , konyol sekali.
Romo , kalau Romo baca tulisan ini semoga Romo mau memaafkan saya karena tidak bisa melakukan penghormatan terakhir buat Romo, dan tak lupa saya ucapkan Selamat Paskah Romo , semoga saat ini Romo sudah mengikuti perjamuan di Surga .
Selamat jalan Romo Dasi , doa saya untuk Romo